Yamaha Arius YDP 142 Review – Digital piano entry level untuk pemula

Yamaha memiliki dua segmen produk untuk digital piano non portable, Arius dan Clavinova. Dimana arius di tujukan untuk segmen entry level dan menengah, ,sedangkan Clavinova ditujukan untuk segmen menengah dan high end.

Digital piano YDP 142 adalah seri terbawah yamaha untuk line produk Arius.  Tentunya hal utama yang ditekankan untuk produk ini adalah harganya yang cukup terjangkau.

Sound Quality

YDP 142 menggunakan sampling suara dari concert grand piano yamaha CFIIIs, sound engine pure CF dengan 128 poliphony, dimana peningkatan kualitas suaranya dibanding pendahulunya YDP 141 bisa cukup terdengar perbedaannya. Untuk penggunaan piano tunggal tanpa accompaniment/style, 128 poliphony jelas sudah sangat mencukupi.

Intelligent Accoustic Control

Intelligent Acoustic Control

YDP142 sudah dilengkapi dengan teknologi intelligent acoustic control dimana sistem digital pianonya akan menyesuaikan EQ untuk mem boost suara low frekuensi dan high frekuensi supaya tetap terdengar jika volume suara di set rendah. Effek damper resonance yang ada pada sound enginenya juga menambah real suara piano yang keluar dimana pada saat suatu tuts piano dibunyikan dalam keadaan damper/sustain pedal di tekan, maka akan disimulasikan effek resonansinya terhadap string key yang lainnya yang juga ikut bergetar.

Total suara yang ada pada YDP-142 ada 10 suara. GrandPiano 1, cocok untuk penggunaan umum, baik klasik atau pun musik jenis lain. GrandPiano 2, karakter suaranya warm dan soft, cocok untuk jenis musik ballad. GrandPiano3, dengan karakter suara bright dan extra reverb cocok untuk jenis musik pop. selebihnya E.Piano1, E.Piano2, Harpsichord, Vibraphone, Pipe Organ, Jazz Organ, Strings. Walaupun secara spesifikasi sound enginenya sudah cukup baik, namun suara yang dihasilkan dari digital piano ini bisa dibilang  karakternya tipis, frekuensi rendah tidak keluar dengan baik. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh kecilnya amplfier yang digunakan. Konfigurasi speaker yang digunakan berupa speaker oval 12x6cm dua buah. Dengan amplifier masing masing hanya 6 watt (total 2pcs 12 watt). Untuk memaksimalkan potensi suara yang ada, sebaiknya gunakan monitor speaker external melalui port phones out.

Feel / Playability

Digital piano YDP-142 menggunakan Graded Hammer Standard (GHS) keybed. Dimana ini adalah tipe terendah dari keybed jenis Graded Hammer yang di produksi oleh yamaha, sama seperti yang digunakan pada entry level digital piano portable DGX series. Pada bagian tuts sebelah kiri weight key lebih berat dan secara bertahap makin ke kanan beratnya makin berkurang seperti halnya pada piano akustik. Namun weight keynya secara keseluruhan bisa dibilang terlalu ringan jika dibandingkan dengan piano akustik sebenarnya. Walaupun tidak terlalu terdengar namun noise yang dihasilkan dari pergerakan keynya untuk GHS lebih terdengar dibandingkan keybed tipe GH (Graded Hammer). Material keynya menggunakan plastik dengan permukaan licin untuk white key dan matte untuk black key. Key pada YDP-142 hanya menggunakan 2 sensor, sehingga tidak dapat mendeteksi repetitive key yang sama jika temponya cukup cepat. Sehingga tidak cocok digunakan untuk advanced skilled piano player untuk lagu lagu yang banyak terdapat repetitive not dengan permainan tempo cepat. Namun hal ini tidak menjadi masalah berarti untuk beginner ataupun intermediate player yang memang belum dapat memainkan tipe tipe lagu dengan repetitive not cepat.

Fitur

Yamaha Arius YDP-142 sudah dilengkapi dengan 3 pedal seperti halnya pada piano akustik, dan juga untuk damper/sustainn pedalnya sudah support untuk half pedal. Sedangkan untuk covernya, cabinetnya sudah dilengkapi dengan sliding keycover sehingga dapat melindungi dari debu jika sedang tidak digunakan. Tersedianya port USB to Host, memungkinkan digital piano ini untuk di koneksikan ke laptop/komputer, baik untuk penggunaan software vst untuk kualitas suara yang lebih baik, ataupun untuk penggunaan software learning piano seperti synthesia. Dalam paket pembelian Arius, juga disertakan buku musik 50 greats for the piano dimana ke 50 musik klasik tersebut juga sudah include sebagai song untuk dapat di playback langsung di perangkat digital pianonya. Fitur recording juga sudah tersedia, sehingga pengguna dapat merekam permainan pianonya. Data rekaman tetap tersimpan di piano walaupun dilakukan power off. Selain itu rekaman piano dapat di transfer ke komputer melalui kabel USB dan disimpan dalam format standard midi file (SMF). Selain itu terdapat 10 slot untuk dapat mengimport piano song dengan format standard midi file dari komputer ke Arius dengan menggunakan software Yamaha Musicsoft downloader. Terdapat 4 type reverb yang juga dapat digunakan untuk effect pada suara yang dihasillkan (Room, Hall1, Hall2, Stage, Off).  Selain itu juga tersedia fungsi layering sehingga bisa menggunakan 2 sound secara bersamaan (misal piano + string). Sayangnya karena tidak disertakan LCD display, semua fitur fitur tersebut harus dioperasikan dengan kombinasi tombol dan key tertentu yang harus di ingat/ di pelajari melalui manual booknya. Sehingga operasionalnya cukup merepotkan jika kombinasi tombolnya tidak dihapal, karena harus selalu membaca dari manual booknya untuk melakukan pemanfaatan fitur fitur tersebut.

Kesimpulan

RECOMENDED untuk beginner dengan budget terbatas.

Walaupun ada kekurangan kekurangan pada YDP-142, dengan pasaran harganya yang cukup terjangkau. Value yang ditawarkan oleh produk ini cukup sebanding terhadap harga yang harus ditebus. Kecilnya amplifier internal pada digital piano ini menyebabkan sound output yang dihasilkan tidak maksimal terutama pada low frekuensi/bass. Untuk hasil sound yang optimal, disarankan menambahkan external monitor speaker dengan power yang lebih besar yang dapat mengakomodasi rentang frekuensi response yang lebih lebar.

 

Yamaha Arius YDP-142

6

Sound Quality

5.0/10

Feel / Playability

5.0/10

Features

6.0/10

Price Vs Value

8.0/10

Pros

  • Harga Terjangkau
  • Sound engine bagus; Concert Grand CFIIIs sampled sound, 128 polyphony, damper resonance, I.A.C, Reverb

Cons

  • Internal Amplifier kecil, output sound tidak optimal
  • Weight key terlalu ringan dibanding piano akustik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *